Bisnis Judi Online Menanjak Di 2020, Ini Prediksi Resminya

Bisnis Judi Online Menanjak Di 2020, Ini Prediksi Resminya

November 28, 2020 By fortdus 0

Bisnis Judi Online Menanjak Di 2020, Ini Prediksi Resminya – Global Market Insights, Inc. memprediksi bahwa bisnis judi online akan mengalami peningkatan pada tahun 2020. Hal ini akan terus berlangsung selama enam tahun ke depan, dan peningkatan tersebut akan meningkat drastis hingga 16 persen pada penghujung tahun 2026, atau setara dengan 160 miliar dolar.

Bisnis Judi Online Meningkat Berkat Smartphone yang Terus Meningkat
Peningkatan yang signifikan ini terjadi berkat perkembangan smartphone yang terus berkelanjutan, diiringi dengan kecepatan internet yang semakin bersaing, serta kemudahan para pemain judi online dalam mengakses platform permainan kasino online. Apalagi di masa pandemi ini, jumlah pemain dan intensitas pemain akan mengalami peningkatan drastis yang berdampak pada kondisi pasar.

Global Market Insights, Inc. merupakan lembaga penelitian terkait pasar global yang menawarkan data pasar kepada klien setelah melalui penelitian yang mendalam terhadap kondisi pasar dan strategi yang tepat untuk mengambil peluang dari hal tersebut.

Perkembangan infrastruktur internet dan aplikasi di smartphone akan telak mempengaruhi minat pasar terhadap permainan judi online. Kecepatan internet akan mendukung para pemain judi untuk bermain bersama pemain-pemain lainnya tanpa adanya gangguan internet. Hal ini lantas berdampak pada peningkatan luar biasa dari jumlah pengguna dan waktu main mereka di kasino online.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Annenberge Public Policy Center (APPC), 20% dari mahasiswa memainkan permainan poker online setidaknya sebulan sekali. Permainan ini menjadi populer di beberapa negara seperti Amerika, Inggris, Cina, dan beberapa negara Eropa. Tingginya minat pemain mengarahkan mereka pada permainan yang semakin global yang didukung dengan nilai mata uang virtual.

Semakin Banyak Pengguna Internet, Semakin Banyak Pemain Judi Online
Web ARChive (WARC), dari penelitian yang dilakukannya, mengumumkan bahwa sekitar dua miliar pengguna di seluruh dunia mengakses internet melalui smartphone mereka pada tahun 2019. Mereka semua bisa menggunakan smartphone mereka untuk bermain judi online dan menghasilkan uang. Bekerja sama dengan beragam media sosial seperti Instagram, YouTube, dan Facebook, wajar bila semakin banyak pemain baru yang bergabung.

Dengan adanya COVID-19, sedikit banyak hal ini ambil andil dalam perkembangan permainan judi online di Asia Pasifik. Krisis yang sedang berlangsung ini membatasi para pemain untuk hadir langsung di tempat bermain judi online akibat aturan lockdown yang diberlakukan pemerintah.

Dari studi yang dilakukan AlphaBeta Australia dan Illion Australia Pty Ltd., muncul fakta bahwa terjadi peningkatan pasar judi online sebanyak 67% pada bulan April 2020, bulan dimana lock down mulai diterapkan. Lebih lanjut, lockdown juga mengakibatkan kenaikan pemain kasino online secara drastis di negara India.

Beberapa penyedia jasa yang mengalami keuntungan langsung dari fenomena ini antara lain Paddy Power Betfair PLC, Kindred Group, Fortuna Entertainment Group, , 888 Holdings PLC, GVC Holdings PLC, dan The Stars Group. Masing-masing perusahaan berlomba melakukan ekspansi untuk meningkatkan nilai pasar. Sebagai contoh, Bet365 telah meluaskan kantor seluas 19,000 meter persegi di New Jersey untuk menguatkan pasar di Amerika.